Pada dasarnya, sebuah perusahaan, baik besar maupun kecil, harus memiliki teknik penjurnalan karena nantinya hal itu akan menjadi dasar disusunnya sebuah laporan keuangan. Pembuatan laporan keuangan setiap tahunnya sesungguhnya membuat perusahaan lebih mudah melakukan penghitungan akuntansi dari keseluruhan proses keuangan selama setahun penuh. Lalu dengan membandingkan laporan dari tahun ke tahun, perusahaan bisa introspeksi dan meningkatkan kinerja. Karena itu, meski tidak dimuat secara publik, biasanya perusahaan kecil juga harus membuat laporan keuangan.

Untuk tiap perusahaan biasanya sudah ada yang namanya akuntan perusahaan. Kerjanya tentu saja menghitung pemasukan dan pengeluaran perusahaan mulai dari modal, aset, penjualan, pembelian, hingga gaji karyawan sudah termasuk semua ke dalam pekerjaan sang akuntan.

Masuk ke masalah perpajakan. Pajak yang perlu dibayarkan oleh perusahaan kepada pemerintah adalah pajak penghasilan atau yang sering disebut PPh. Lapor bayar harus dilakukan setiap bulan dan nantinya akan dihitung per tahun lagi. Untuk pajak lainnya tergantung sifat perusahaan, apakah perusahaan jasa, dagang, atau merupakan usaha yang melayani publik seperti yayasan, sekolah, dan lain sebagainya. Untuk adanya barang impor pun dikenakan pajak yang berbeda pula. Nah, dari semua perhitungan pajak ini, biaya bisa langsung dicantumkan pada laporan keuangan sesuai dasar penghitungan pajaknya.

Lanjut ke pembuatan laporan keuangan yang rapi. Setelah pembuatan jurnal setiap hari dan dilakukan pencatatan ke dalam buku besar perusahaan, pembuatan laporan keuangan tak lagi jadi hal yang susah atau merepotkan. Berbeda jika jurnal dan buku besar tidak terus di-update dan isinya berbeda dengan kenyataan. Jelas akuntan akan kewalahan dalam menanganinya.

Hal pertama yang perlu diperhatikan adalah Laporan Laba Rugi. Laporan ini adalah salah satu laporan keuangan. Di sini akan tercantum biaya yang dikeluarkan untuk menghasilkan barang atau jasa dan berapa pendapatan yang dihasilkan. Dari sana muncullah laba atau rugi. Untuk para pemegang saham, laporan ini sangat penting karena akan menentukan nilai saham. Setelah itu ada ada pula Laporan Perubahan Ekuitas. Laporan ini menunjukkan modal yang dimiliki perusahaan, naik turunnya, dan efek laba atau rugi pada modal perusahaan. Lalu yang paling sering dilihat adalah Neraca atau Balance Sheet. Laporan yang satu ini menyangkut segala jenis aset, liabilitas, dan modal serta dividen yang akan dibagikan pada pemilik saham. Dan segala yang tertuang di dalam laporan keuangan akan dijelaskan di dalam Catatan Atas Laporan Keuangan.

Kerapihan dari susunan laporan keuangan ini bisa memberi nilai tambah pada perusahaan karena investor atau calon pembeli saham pasti akan terlebih dahulu mempelajari keuangan dalam perusahaan tersebut sebelum menginvestasikan uangnya. Dan terakhir, yang tidak kalah penting adalah audit. Laporan keuangan yang telah diaudit lebih dipercaya ketimbang yang tidak, karena penghitungan dan realisasinya akan dicek ulang oleh auditor atau pemeriksa yang independen.